Oleh: be sang pendaki | Februari 29, 2012

Bukit Rhema : Ajaran Tentang Loyalitas

13 Maret 2010, jam 06.15 pagi, Pak Be udah berada di depan MTs Romundo. Dari MTs yang terletak di desa Blondo kami segera memulai  cerita indah ini. Ketika saat hari libur sekolah, kami berangkat menuju sebuah bukit kecil di atas desa Mbanglimus. Kami akan mengadakan pelantikan DKP angkatan 1, yaitu sebuah organisasi kepramukaan MTs Romundo. KUSUMA BAKTI SUMAPALA adalah organisasi pertama, organisasi yang membuat anggotanya  mengenal pramuka yang sebenarnya dan mengajari tentang loyalitas.

Kegiatan petualangan dimulai dari pertigaan jurnalan Borobudur, anggota yang berjumlah 18 anak berjalan menyusuri dusun, persawahan, jalan maupun sungai. Dipimpin langsung oleh pak be, bersama dengan sang komandan Didik n jurkam pak Poden, setelah naik mobil pickup dari Skull hingga pertigaan jurnalan, semua anggota bersiap menjadi dua regu. Satu regu putra dan satunya regu putri. Setelah brieffing dan pengecekan barang mulailah mereka dengan bacaan doa. Setelah itu outbond dimulai……….

Sekitar 30 menit kami menyusuri pinggiran irigasi kemudian jalan dusun, akhirnya tibalah kami dijalan Raya Borobudur. Tak berapa lama berselang kami sampai di  objek wisata candi Borobudur yang terletak di sebelah barat terminal Borobudur. Dari sini kami harus melewati pinggiran pagar pembatas, jalan pedesaan bahkan persawahan untuk sampai di bukit Rhema. Tak jarang pula kami harus meloncati sungai kecil hingga ada teman yang akhirnya jatuh kesungai,, byurrrrr,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, basah deh????!!!

Sampai disebuah dusun, pagi itu banyak penduduk yang sedang berangkat kesawah. Senyumnya ramah, seolah menyambut kedatangan kami. Udara sejuk persawahan membersihkan paru paru kami. Pemandangan indah ini pun  mencuci kedua mata kami. Kami istirahat sejenak dipinggir jalan persawahan dekat dengan dusun. Bekal mulai kami buka, sebungkus roti dan tentunya air axogy  kuminum, cesssssss, subhanalloh, rasanya suwegerrrr bgt!!!

Kira kira 10 menit dah cukup istirahat, kami melanjutkan perjalanan. Jalan yang kami lewati begitu berkelok-kelok. Bahkan sampai disuatu dusun, kami berpapasan dengan orgil yang sedang ngomel-ngomel gak karuan. Kayaknya orgil itu naksir ama mas Irsad, hehehehehe…… bercanda lho…

Sekitar 2 jam berselang kami sampai di desa Mbanglimus. Kami segera merapat ke rumah pak Kadus. Pak Kadus adalah seorang penduduk desa Mabnglimus yang sudah terkenal baiknya di desa itu. Sejenak kami melepas lelah sambil menunggu waktu sholat dhuhur.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, yaitu mulai dari hari Sabtu sampai dengan hari Ahad. Dimulai dengan kegiatan outbond yang barusan kita jalanin, kemudian dilanjutkan malamnya kegiatan pencarian jati diri. Diawali dengan upacara pembukaan, kemudian pemberian bekal rohani dan tata cara kegiatan. Tiap personil harus berjalan sendirian dari camp pertama mendaki bukit yang hanya bermodal senter kecil. Tiap anggota tersebut harus mampu menemukan kupon atas nama sendiri didalam sebuah bangunan tua yang terlihat angker. Waktu yang diberikan didalam bangunan cuman 10 menit. Setelah ketemu dilanjutkan pergi kehutan untuk mencari kaos. Kira-kira yaw 200 meteran dari bangunan, dan akhirnya untuk yang terakhir harus naik lagi sampai puncak tertinggi untuk mencari topi kebesaran. Wuahhh sanggup ngggak yaw..

“bismillah akan kami coba!!!” kata salah satu anggota.

Malam itu benar-benar sangat mencekam. Disebuah bukit yang hanya terdengar suara alam dan binatang malam, hujanpun tak pernah mau berhenti. Ditambah lagi sayup-sayup terdengar suara gamelan yang menambah rasa syahdu,,,,,anggota satu persatu mulai dengan berjalan menyusuri punggungan bukit. Rasanya seluruh tubuh ini menggigil, perasaan yang  nggak karuan, membuat jantung terasa berdegup kencang.

Dalam menjalani kegiatan ini, masing-masing anggota dapat pengalaman yang berbeda-beda. Banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Tidak hanya dinginnya malam dan basah akibat hujan,  namun karena pencariannya sangat sulit ditemukan. Semakin lama mencari, tiap anggota harus berjuang melawan rasa takut, dan juga kesabarannya yang diuji. Hanya karena semangat dan tekat yang bulat, bahwa aku bisa,,,,, maka semua rintangan bisa mereka hadapi, walaupun terasa sangat berat namun itu merupakan bagian dari kesuksesan tiap individu.

Saat apa yang kami cari dapat ditemukan, sungguh saat itu terasa paling special. Rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya. Setelah mengalami apa yang barusan kujalani, semua bisa didapatkan dengan susah payah, sungguh menjadi sebuah kisah klasik. Kisah yang sangat syahdu, sebagai sebuah kenangan yang takkan kulupakan,,, Subhanalloh… seperti inilah nikmat yang Alloh berikan. Itulah pekik luapan emosional dari anggota yang telah berhasil. Perasaan puas dan bangga setelah lulus dari uji nyali.

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Akhirnya semua anggota berhasil memperoleh tanda.

Keesokan harinya setelah sholat subuh dan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan upacara pelantikan. Acara ini adalah acara terakhir sebelum para calon anggota berubah status menjadi anggota resmi DKP KBS. Pelantikan ini bertujuan untuk membentuk karakter anggota DKP KBS. Anggota DKP KBS harus memiliki sifat pantang menyerah, Solidaritas dan Loyalitas pada organisasi.

Acara inilah yang membentuk karakter masing-masing anggota. Sebuah karakter yang mampu mengantarkan anggota mencapai semua puncak cita-cita dibidang kepramukaan. Bukan berarti ini sebuah kesombongan, tapi aku hanya ingin menunjukkan tentang apa yang berada di belakang pencapaian itu.

Namun sebelum acara dimulai, para anggota diberi kesempatan untuk sekedar memejamkan mata. Yaitu sesudah sholat subuh hingga pukul 7 pagi.

Sementara mereka masih tertidur, aku berjalan jalan di sekitar desa Mbanglimus. Puncak bukit Rhema terlihat sangat dekat dari sini. Perkebunan sengon terlihat menghijau yang membentang. Desa ini cukup dingin untuk membuatku mengenakan jaket.

Di puncak bukit Rhema  tampak sebuah bangunan yang semalem digunakan untuk uji nyali. Bangunan itu bernama Banyak angkrem. Bangunan ini mempunyai 2 pintu masuk Sehingga kita bisa masuk melalui satu pintu lalu keluar dari pintu lainya. Bangunan ini dulunya akan digunakan untuk Hotel Remaja. Di dalam bangunan ada banyak ruangan yang unik. Ruangan ruangan ini seperti kamar kamar hotel yang di pisahkan oleh jalan di tengahnya. Pengunjung harus berhati hati dalam menggunakan senter jika memasuki kamar ini. Jangan pernah menerangi ruang ruang kosong tersebut dengan senter jika tak ingin melihat “apa yang harusnya tak terlihat”.

Sementara itu peserta masih pada tidur terlelap, kami kembali ke rumah pak kadus dan makan pagi bersama para senior yang lain. Setelah makan rapat pun di mulai. Kami menyusun evaluasi untuk panitia dan peserta. Panitia juga harus di evaluasi untuk mendidik kemampuan mereka menyampaikan ilmu pada peserta. Setelah itu upacara pelantikan sebagai kegiatan yang terakhir dan penutupan acara ini pun dimulai.

Yach… satu malam yang begitu syahdu. Hujan semalaman yang mengantarkan dingin untuk menguji fisik dan mental para peserta. Kami melatih fisik mereka agar tangguh menghadapi masalah apapun. Kami menyerang mereka dengan kata kata yang tajam, meninggalkan luka di lubuk hati yang paling dalam. Suatu saat ketika mereka teringat pada sebuah luka yang masih menancap di hati, mereka akan mengerti, mereka akan pahami tentang arti sebuah Loyalitas. Sesuatu yang membuat kami selalu kembali kesini, entah seberapa jauh jarak memisahkan kami, entah seberapa sering rutinitas memenjara kami.

Sekitar jam 7 pagi upacara pelantikan ini dimulai. Di antara peserta ada yang menangis karena terharu, ada yang terlawa lebar karena bahagia, ada juga yang bersujud syukur pada sang pencipta. Mereka mendapatkan topi, kaos dan atribut sebagai tanda anggota resmi DKP KBS Lagu “syukur” berkumandang di tengah air yang mengguyur. Kenangan inilah yang akan membuat mereka kembali, menunjukkan kontribusinya untuk organisasi ini.

Bayangkan organisasi ini adalah sebuah “Truck” dan anggotanya adalah “Roda/Ban ”. Ada ban yang tergeletak begitu saja di atas truk, membuat truk semakin berat untuk melaju. merekalah para benalu dalam organisasi. Ada juga ban yang setia menopang truk, membuat truk itu mampu berjalan sampai kapanpun. Merekalah yang mengerti tentang arti sebuah loyalitas.

Dan aku percaya itu kalian…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: