Oleh: be sang pendaki | Maret 1, 2012

Ziarah berikan warna warni cerita

Ahad, 26 Februari 2012, MTs Romundo mengadakan kegiatan ziarah kemakam makam auliya disekitar Magelang. Pukul 07.00 wib, anak-anak berkumpul dihalaman Madrasah untuk bersiap-siap bersama sebagian besar dewan guru melaksanakan tour tersebut. Dengan menggunakan mobil bus milik LP Ma’arif  Kab. Magelang, mobilnya p najib dan juga mobilnya p Supriyanto.

Sebelum memulai perjalanannya tidak lupa terlebih dahulu anak-anak diajak berziarah kemakam Bp. KH. Abdul Mu’id (Pendiri Ponpes dan MTs Romundo) tepat dibelakang gedung sekolah yang dipimpin oleh Bp. H Humam Dahlan. Setelah selesai perjalanannya pun dimulai.

Tempat pertama yang dituju adalah makam KH. Abdul Rahman Chudlori di Tegal rejo. Jalur yang dilalui adalah lewat Kota Magelang, belok kanan menuju jalur ngablak. Sekitar 30 menit sampailah kami dikomplek makam KH. Abdulrahman Chudlori. Proses ziarah berjalan dengan lancar, didahului dengan uluk salam yang dipimpin oleh Bp. Saiful Mujab ziarah dipimpin oleh Bp H Humam Dahlan.

Selesai di Tegal Rejo, perjalanan selanjutnya menuju ke Grabag. Melalui jalur tegalrejo, lewat pasar dan belok kiri kearah Dawung hingga menuju Grabag. Namun ditengah perjalanan tepatnya ditanjakan daerah Dawung tiba-tiba Bus macet dan mundur kebelakang. Kontan saja para penumpang yang terdiri dari siswa-siswi kelas IX Mts Romundo beserta beberapa guru yang mendampingi kalang kabut. Anak yang berada dekat dengan pintu langsung melompat keluar. Aku sendiri duduk dijok paling belakang. Sesaat waktu bis mundur, kulihat kebelakang untuk melihat keadaan belakang bis. Ternyata tepat dibelakang bis ada mobilnya p Supri yang juga langsung dimundurkan untuk menghindari tabrakan dengan bis. Namun sayang dibelakang mobil p Supri ada sepada motor yang melaju cukup kencang sehingga sempat terserempet bemper belakang. Kontan saja pengendara sepeda itu mengumpat gak karuan.

Setelah beberapa siswa yang sudah turun mengambil batu dan kayu untuk menahan berat bus, akhirnya penumpang semua turun dan bis bisa dijalankan kembali. Sesampainya diatas tanjakan, semua siswa naik bus kembali. Namun setelah hampir sampai di pemakaman diatas bukit, tempat yang dituju, kembali siswa dibuat was-was setelah bus sempat terhenti ditanjakan. Namun tanpa kendala bus bisa juga naik ketempat parkir.

Turun dari bus, semua peserta menuju makam Sunan Geseng yang letaknya diatas bukit. Kira-kira harus melewati 100an tatarambat. Jalan menuju puncak ada dua, yaitu yang langsung menuju tempat pemakaman yang cukup menanjak dan satunya lagi agak jauh namun tidak terlalu menanjak. Setelah selesai berziarah seperti di Tegalrejo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam Syeh Makukuhan didaerah Kedu. Jalurnya grabag melalui Secang, Kota Temanggung, Parakan. Makam Syeh Makukuhan tempatnya juga agak menanjak tapi tidak terlalu tinggi.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 wib, maka acara setelah ziarah dilanjutkan dengan makan siang dan sholat Dhuhur berjamaah dimasjid  dusun dekat makam. Makan siang dilaksanakan didekat area parkir dipinggir irigasi, wuahhhhh pedasnya masakan Bu Anik nich…. sebungkus nasi sayur dan telur dadar sungguh nikmat dimakan bersama-sama.

Diparkiran itu bus kembali bermasalah. Kali ini jalur solar dari karburator bocor cukup besar, sehingga pak sopir harus usah payah kebawah bodi bus untuk memperbaikinya. Dan alhamdulillah kendala bisa teratasi. Tujuan selanjutnya adalah ke payaman menuju makam Mbah KH. Sirad. Bus merapat kepinggir jalan dekat masjid payaman tepat pukul 14.00 wib. Ziarah dipimpin Bp H Humam Dahlan diikuti semua peserta..  baru selesai ziarah tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Semua peserta langsung berhamburan menuju bus dan mobil yang ditumpanginya. Bus menuju Gunung Pring dibawah guyuran hujan deras disertai angin kencang. Bp H Humam Dahlan memimpin membaca surat Al Fatihah dan sholawatan didalam Bus agar hujan lekas reda.

Pukul 15.00 wib bus tiba diarea parkir Gunung Pring masih dalam keadaan hujan namun tidak terlalu deras. Rombongan tetap harus menyewa payung untuk menuju ke makam simbah Dalhar dan KHR Santri serta Gus Jogorekso. Tempatnya jukup tinggi karena terletak dipuncak gunung pring, Muntilan. Namun begitu perjalanan keatas cukup mengasyikkan karena disepanjang jalur menuju kemakam banyak sekali penjual aneka macam oleh-oleh. Baik makanan maupun cindera mata lainnya.

Ditempat makam yang cukup luas bangunannya, peserta minum dulu digentong peninggalan dari simbah Dalhar. Setelah itu menuju kemakam mbah Dalhar yang disana sudah banyak sekali peziarah dari rombongan lainnya. Ziarah yang khusyuk selesai langsung sholat asar berjamaah dimushola komplek makam. Selesai sholat seluruh peserta berjalan turun sambil membeli oleh-oleh disekitar area makam tersebut.

Pukul 16.30 wib, bus meluncur kembali ke Madrasah pertanda misi telah selesai. Suasana dalam bus amat riang karena seluruh peserta telah berhasil menjalankan tugas dengan penuh semangat. Sampai di Madrasah ternyata ada hal yang janggal terjadi. Setelah dipikir-pikir, eeee ternyata Bp Saiful Mujab sang panitia justru malah ketinggalan di Gunung Pring. Waduh, gimana nich,,,, kasian p Ipul jalan kaki dan naik kopata untuk pulang.   Mohon maaf ya pak ipul,,,,

Demikianlah kegiatan ziarah untuk tahun ini telah terlaksana dengan baik. Hanya sedikit kendala yaitu bus macet,  dan bocor  serta tertinggalnya sang panitia Bp Saiful Mujab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: