Oleh: be sang pendaki | Maret 5, 2012

Menembus kabut gunung Ungaran

Gunung Ungaran terletak diantara wilayah Semarang, Kendal, Ungaran dan Ambarawa. Memiliki ketinggian + 2200an mdpl dengan karakteristik vegetasi tumbuhan hutan hujan dan hutan tropis, serta disekitarnya terdapat perkebunan teh dan kopi. Di sekitar Gunung Ungaran juga banyak terdapat objek wisata alam seperti Curug Lawe, Gedong Songo, Sumber Air Panas Nglimut serta masih banyak yang lainnya. Dengan ditunjangnya objek wisata yang sebegitu banyaknya, maka otomatis meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Dari Puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa. Sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran gunung Merapi, Merbabu, Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Sumbing, Sindoro, dan Perahu. Berharap saja cuaca cerah, supaya gunung-gemunung ini terlihat jelas.

Ada beberapa Jalur Pendakian Gunung Ungaran:

  1. Jalur Gedong Songo
  2. Jalur Jimbaran
  3. Jalur Nglimut
  4. Jalur Medini

Rencana kami hari ini (22 Januari 2012) adalah mendaki gunung Ungaran dengan mengendarai motor. Kami akan melacak sisa-sisa elang jawa, macan kumbang, dan beberapa tanaman endemik seperti purwoceng dan kantong semar. Dari Magelang, pagi hari pukul 08.00 WIB kami berangkat menuju gunung Ungaran. Rute yang kami tempuh adalah lewat Bandungan, Sumowono, Limbangan dan melewati perkebunan teh “Rumpun Medini”. Kami berangkat bersama The last.com sebanyak 12 anggota. Aku bersama irsyad pake vegar kesayanganku, Rifqi sama Regent pake thunder, Didik sama Vian pake supra, Makmun dan kipli naik shogun, Aan dan Arif naik Revo dan Mamad sama paimin naik supra. Perjalanan kali ini ditemani oleh hujan dari rumah, namun karena tekad bulat kami tetap berangkat menuju promasan. Dari camp dukuhan sampe jalan promasan kami tempuh selama 2 jam. Kemudian kami mulai melewati jalur perkebunan teh medeni hingga goa jepang desa promasan.


Selepas jalan kampung menuju perkebunan teh, jalannya hanya batu dan mulai menanjak. Tampak puncak gunung Ungaran diselimuti kabut cumulus nimbus disela-sela gerimis yang tiada henti menemani perjalanan kami. Dengan melewati rute ini kami bisa mencapai desa terakhir dengan ketinggian sekitar 1800 mdpl yaitu di Desa Promasan + 2jam perjalanan mengendarai motor (he he .. lumayan nggak capek…). Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju puncak sekitar + 1jam perjalanan (karena salah satu sepeda peserta rusak, jadi kami putuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak, he he he… penyelamatan kondisi).

Di sepanjang jalur kebun teh ini, jalur yang dilewati sangat sulit. Jalannya berliku-liku, dengan batuan yang terlepas dan tanjakan terjal. Beberapa tikungan memaksa “vegar” kami harus menurunkan pembonceng, dan transfer case pun harus berada di posisi satu.

 

Kurang lebih 2 jam kami harus menaklukkan jalur ini sebelum kami membelah tirai kabut tebal. Di balik tirai kabut tebal yang kami lewati tadi kemudian nampak perkampungan kecil. Desa Candi. Salah satu desa terakhir, desa pemetik teh. Desa ini tepat berada di bawah puncak gunung ungaran dan berisi 13 KK.

Desa Promasan adalah tujuan akhir perjalanan kami waktu itu, sambil menikmati keindahan alam dan bersihnya udara tanpa polusi. Termasuk polusi suara yang kalau dikota berisik sekali, yah… sebagai pelepas penat rutinitas di dunia nyata. Tidak lupa juga poto2 sebagai souvenir..

Saya pribadi sudah 19 tahun naik Gunung yang dimulai tahun 1993, karena ada banyak hal yang membuat saya rindu berat dengan gunung. Banyak kenangan dengan temen2 tertinggal, sekaligus menikmati alam bebas polusi… mantab…… Namun sayang disetiap gunung masih terdapat sampah berserakan, ulah dari manusia tak bertanggung jawab yang hanya ingin menikmati namun tidak memiliki kepedulian untuk menjaga dan merawat.

Itu adalah fakta bahwa masih banyak yang belum mengerti dan peduli dengan lingkungan, karena mungkin mereka masih belum paham akibat dari tindakan mereka tersebut. Dan memang kurangnya informasi untuk masyarakat luas dari pihak terkait akan pentingnya menjaga lingkungan serta akibat yang mungkin timbul. Jadi mari kita awali dari diri kita sendiri untuk lebih peduli akan lingkungan kita, karena di Bumi ini kita hidup dan entah bagaimana jika alam/bumi ini murka….!?

Maka jika anda menginginkan suasana pemandangan eksotis, udara sejuk, dan dengan tanpa berkeringat. tentunya.. saya merekomendasikan Gunung Ungaran sebagai salah satu tujuan anda.

Salam “last.com” Lestari…………………….!!!!!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: