Oleh: be sang pendaki | Maret 8, 2012

Merbabu adalah Guruku


Jarum jam menunjukkan pukul 11 malam ketika kami mulai mendaki gunung merbabu lewat jalur selo, Boyolali. Team kami terdiri dari 6 orang biasanya dan 7 anggota baru. Team yang berjumlah 13 anggota last.com yang ikut adalah p be dan Surip pake vegar, Paijo dan lukman pake karisma, pak poden dan ikhsan naik grand, kipli dan regen naik smash, dodi sama mamad pake jupiter, senthot dan rifqi naik supra, dan golok nyepeda dewe. Beberapa personil belum pernah sama sekali mendaki gunung sehingga perjalanan ini agak sedikit lambat. Pukul 2 dinihari akhirnya kami sampai di padang savana satu. Kami segera membangun tenda untuk istirahat malam ini

Kami tadi mengambil air di sumber air dekat base camp untuk bekal melewati malam. Kompor mulai dinyalakan untuk memasak makan malam. Air hangat dan mie tak pernah lupa menjadi sajian ketika malam selimuti bumi. Kopi juga di buat untuk menambah selera. Susu pun tak ketinggalan untuk menghangatkan suasana malam ini

Jam 4 pagi kami mulai berjalan menuju puncak. Rasa kantuk terus menghinggapi para pasukan malam ketika berjalan menembus rimba belantara. Kerlap kerlip lampu subuh kota Magelang terlihat indah di kejauhan. Membuka mata pasukan yang masih setengah tertidur. Beberapa menit berselang kami pun sampai savana 2. Beberapa lagu sudah terdengar diradio milik pak poden untuk menemani saat saat indah ini. Angin pagi yang dingin pun segera mengusir kami, dan kami segera melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Perjalanan ke puncak akan melewati punggungan bukit yang sama dari sebelumnya. Embun sisa malam yang menempel di dedaunan akan membasahi para pendaki yang melewatinya. 1 jam berselang kami pun sampai di puncak syarif. Di tempat inilah pohon pohon menjadi saksi bisu ketika rasa kantuk benar benar menumbangkan kami. Kami pun terlelap dalam dinginya ketinggian

Sekitar jam 6 pagi kami mulai beranjak ke puncak kenteng songo. Jalan yang dilewati lebih terjal dari sebelumnya. 1 jam berselang akhirnya kami sampai di puncak tertinggi. Puncak ini merupakan tanah lapang.

Kami menikmati indahnya mentari pagi di tempat ini sambil menetralkan detak jantung yang tadinya kencang. Kami memasak beberapa logistik untuk mengisi perut yang kosong. Dan di sanalah bendera sockle community berkibar dengan gagahnya

Entah sudah berapa kali aku ke gunung ini. Gunung yang paling sering aku kunjungi, gunung yang banyak memberiku ilmu. Gunung yang mengajariku cara untuk mendaki gunung. Gunung yang mengajariku tentang arti sebuah keindahan. Merbabu adalah Guruku

 I love you merbabu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: