Oleh: be sang pendaki | Maret 17, 2016

Ketika trauma menjadi ketagihan, “adventure of ello rafting”

Pagi itu aku bersama Faqih, P ipul, mb sifa, Hikam, B Nur, P April, Ata, Balqis, B nDari, Pasha, B Arifah menuju Sungai Elo di Pare Blondo untuk memulai arung jeram pertamaku ini.

P1011267 - Copy.JPG

Tiba dilokasi suasana sudah agak ramai, maklum hari Ahad selalu ramai. Aku dan teman- teman segera mengenakan peralatan standar keamanan pribadi yang berupa pelampung, helm, dan dayung. Setelah briefing, kami menuju dua buah perahu yang masing- masing berkapasitas maksimal 6 orang, kamipun segera melakukan pemanasan agar tidak keram saat melakukan pengarungan. Saat itu 12 orang dari kami termasuk aku akan melakukan pengarungan dengan dua buah perahu sementara tim pemandu menjadi tim darat yang tetap berkomunikasi untuk memantau keselamatan tim yang melakukan pengarungan.

jos p saiful

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Selesai pemanasan kamipun segera mengangkat perahu menuju ke sungai dengan menuruni tangga yang cukup terjal. Ternyata perahu karet yang berisi angin itu berat juga untuk diangkat oleh enam orang. Sampai diair aku segera naik ke perahu disusul teman yang lain. Sebelum mengarungi sungai kami melakukan latihan kekompakan tim dan belajar cara mendayung yang benar . setelah dirasa cukup pemanasan diatas perahu maka kami segera memulai pengarungan. Beberapa ratus meter dari titik start keadaan air masih flat. Tidak disangka aku menjadi orang pertama yang dikerjai,,, tanpa persiapan aku diseret menggunakan gagang dayung dari belakang,, dan byurrrrrrrrrr, basah deh,!!!! Setelah beberapa jauh aku berenang, akupun mengejar perahu untuk naik kembali. Ternyata sulit juga untuk menaiki perahu karet dari air…

sahdu

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Beberapa saat kemudian akhirnya jeram pertama yang dinantikan pun sudah telihat. Aku dan kawan- kawan dikomando untuk mempercepat dayungan ketika memasuki jeram. Dan 1, 2, 3…. Kamipun masuk ke jeram pertama dengan teriakan untuk mengalahkan ketakutan yang sempat terlintas. Jeram pertamapun sudah berhasil kami taklukan dengan sukses tanpa ada satu anggotapun yang terjatuh dari perahu. Tidak lama kemudian tim 2 menyusul memasuki jeram tersebut dengan lancar pula. Beberapa jeram selanjutnyapun kami arungi dengan lancar hingga akhirnya pada jeram yang cukup besar salah satu temanku ada yang mengalami kejadian unik. B Ndari mengalami nasib kehilangan satu giginya,,, jadi ompong dah,,, jadi seluruh anggota pada tertawa melihatnya.

P1011280 - Copy.JPG
Sampai dipertengahan perjalanan kamipun transit untuk sekedar istrahat. Kelapa muda disiapkan oleh panitia untuk segera diberikan pada kami,,, srupuuuut,,, segar bener air kelamut ini..

P1011298.JPG
Perjalanan dimulai lagi,, siap!!!! Aku berangkat duluan, disusul perahu kedua. Lima belas menit berselang, sampailah pada jeram yang lumayan besar. Kami semua pada berteriak sesaat kapal menukik tajam dan menghantam tebing karang dengan cukup keras.. tak lama kemudian p Saiful terjatuh dari kapal. Akupun sempat khawatir dengan membayangkan bagaimana keadaan temanku tersebut. Tidak beberapa lama setelah keluar dari jeram akhirnya dia terlihat agak jauh dari perahu. Tidak lama kemudian temanku yang jatuh tadi sudah berhasil naik kembali ke perahu dengan selamat, hanya beberapa luka memar dikakinya karena terbentur bebatuan saat di jeram.

Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Ketika aku berusaha mengendalikan arah badanku agar selalu kedepan, arus sungai yang deras langsung menghempasku terbalik tak karuan. Sesaat dapat kurasakan sakitnya badanku ketika menabrak batu- batu besar yang berada di jeram dengan panjang sekitar 20 meter itu. Aku merasakan bahwa saat itu aku seperti bola billiard yang memantul kesana kemari karena benturan.. Akhirnya setelah bertarung dengan jeram itu akupun dapat keluar darinya dengan nafas yang masih bisa kurasakan…. Ah… leganya… THANKS GOD..I’M STILL ALIVE. Setelah naik ke darat aku merasakan ada bagian kakiku yang berdarah karena benturan yang keras dengan bebatuan tadi, akan tetapi tidak parah sehingga aku masih bisa berteriak lega. Aku bersyukur sekali dapat merasakan pengalaman yang begitu syahdu. Tetapi hal ini tidak membuatku gentar sehingga aku mencoba kembali untuk terjun ke jeram ini. Tunggu aku di arung jeram selanjutnya!!

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: